Pembelajaran Yang Menyenangkan

Perkenalkan saya Risma Amelia mahasiswi UIN Bandung jurusan Pendidikan Bahasa Inggris semester enam yang kini sedang menimba ilmu juga di Pondok Pesantren Terpadu Ar – Raaid. Dimana sih Pondok Pesantren Ar-Raaid itu? Pondok Pesantren Terpadu Ar – Raaid itu terletak di samping kampus 1 UIN Bandung, tepatnya di Jl. A.H. Nasution, Gg.Kujang, Kp.Cisalatri, RT/RW 04/05 Kel. Cipadung, Kec. Cibiru Kota Bandung 40614 Jawa Barat. Tempatnya sangat strategis recomended banget pokoknya buat mahasiswa UIN Bandung.

Pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang sistem pembelajaran atau program akademik yang ada di Pondok Pesantren Terpadu Ar-Raaid. Nah sebelumnya mungkin sebagian pembaca ada yang penasaran kenapa saya mengambil judul “Pembelajaran yang menyenangkan” tentu tidak mungkin tidak ada penyebabnya bukan? Ini benar – benar real pengalaman pribadi saya dan mungkin bisa dikatan sebagai curahan hati saya selama tinggal di Pondok Pesantren Terpadu Ar-Raaid ini.

Entah harus dimulai dari mana, karena jujur selama saya tinggal disini saya benar – merasa  nyaman dengan sitem pembelajaran nya. Entah karena memang sesuai dengan bidang yang saya inginkan atau apapun itu, yang jelas saya sangat beruntung bisa menimba ilmu di Pesantren ini.

Oh iya masih pada penasaran kan seperti apa sistem pembelajaran nya sampai seperti itu perasaan nya? Hehe it’s just my feeling loh ya, karena tentu setiap orang memiliki perasaan dan penilaian yang berbeda.

Jadi sebenarnya, sistem pembelajaran disini menggunkan sistem pembelajaran Salafy (kitab kuning), Tahfidzul Qur’an, dan Modern (Bilingual). Lalu bagaimana cara kita mengatur waktunya? Sedangkan kita mahasiswa, yang setiap harinya disuguhi dengan beragam tugas? Mungkin bagi sebagian orang akan merasa kewalahan dengan tiga sistem perpaduan tadi, apalagi bagi orang yang belum pernah merasakan tinggal di pesantren. Tentu bukan hal mudah untuk mengatur waktu yang sering kali bentrok dengan kesibukan kuliah. Misalnya setelah isya’ ada tugas kuliah yang benar – benar mendesak yang harus dikumpulkan besok pagi, sedangkan setelah isya’ waktunya pembelajaran, setoran hafalan, dan setoran mufrodat. Ada yang pernah berikiran seperti itu? Oh tentu ada. Ada yang pernah merasakan nya? Pasti ada. Nah disinilah bagaimana cara kita mensiasti agar semua yang berhubungan dengan tugas tugas kuliah dan semacam nya tidak terganggu oleh kegiatan yang ada di pondok pesantren, begitupun sebaliknya. Oleh karena itu, jika kita telah bisa mengatur waktu dengan sebaik mungkin tentu semuanya akan berjalan dengan lancar. Jadi, menjadi seorang mahasiswa itu tidak cukup sekedar mengetahui dunia kampus saja, karena pada hakikatnya ilmu agamalah yang paling penting yang kelak akan kita bawa sampai akhirat. Dan alhamdulillah selama saya tinggal di pesantren, tidak pernah lupa makan atau mungkin kurang tidur karena setiap hari disibukan dengan tugas kuliah, dan kegiatan pesantren. bagi saya, yang demikian itu hanyalah alasan bagi orang – orang yang malas saja. Ini bukan hanya sekedar ucapan tapi real telah saya buktikan J saya selalu ingat bahwa orang yang senantiasa di jalan Allah tentu hidup nya tidak akan pernah kesulitan. Dan saya yakin setiap orang yang tinggal di pesantren yang setiap harinya mengaji, belajar dan lain sebagainya, mereka semua sedang dijalan Allah menegakkan agama-Nya. Sepertinya penjelasan nya terlalu panjang lebar, hehe J Sebenarnya pengen banget jelasin bagaimana cara mengatur waktu juga sih, tapi mungkin terlalu panjang. Insya Allah akan dijelaskan dalam tema yang berbeda, karena sebenarnya disini saya hanya ingin menjelaskan tentang sistem akademik, eh jadi kemana – mana. Begitulah kalau ungkapan hati hehe.

Kita kembali ke judul ya…  kenapa sih saya mengambil judul tentang Pembelajaran yang menyenangkan? Jawaban nya hanya simple, karena semua kegiatan pembelajaran yang ada di Pesantren Ar-Raaid ini sangat memberi motivasi untuk saya. Loh kok bisa? Iya bisa. Alasannya? Alasan yang pertama sistem pembelajaran disini terdapat tahfidzul qur’an, tidak termotivasi bagaimana sedangkan orang penghafal al-qur’an itu akan dijamin segalanya tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Selain itu, seorang penghafal al-qur’an itu akan dijaga jasad nya ketika ia sudah meninggal, akan diberikan syafa’at yang syafa’at itu bisa ia berikan kepada sanak keluarga nya, dan yang paling luar biasa adalah seorang penghafal al-qur’an itu kelak akan memberikan mahkota untuk kedua orang tuanya di syurga, Masya Allah.. nah itulah salah satu motivasi saya dalam menghafal. Dan alhamdulillah setelah saya tinggal di Pesantren Ar-Raaid semakin bertambahlah semangat saya dalam menghafal al-qur’an. Karena selain ada dorongan dari diri sendiri, adapula dorangan dari para musyrifah, dan teman – teman. Tak terbayang jika saya di luar (tidak pesantren), apa mungkin saya bisa mengahafaal al-qur’an dengan fokus dan istiqomah? Mungkin bagi sebagian orang bisa, tapi sangat jarang dan sulit, karena lingkungan itu sangat berpengaruh. Ada banyak alasan mengapa saya ingin menjadi penghafal al-qur’an yang mungkin tidak bisa dijelaskan satu persatu, tetapi saya rasa semua yang diatas tadi sudah mewakili. Dan ketika saya menemukan pesantren yang menurut saya tepat, disanalah semangat saya bertambah dan lebih termotivasi kembali.

Alasan yang kedua, karena di Pesantren Ar-Raaid ini mempelajari bahasa arab. Loh kok bisa termotivasi dengan belajar bahasa arab bukan belajar bahasa arab karena termotivasi? Sepertinya keduanya benar, hehe tapi tidak perlu saya ceritakan panjang lebar disini ya karena yang tadi pun sudah panjang lebar. Intinya saya sangat beruntung bisa tinggal disini dan bisa kembali mempelajari bahasa arab, tentu dengan dosen yang ahli di bidangnya.

Alasan yang ketiga, pembelajaran bahasa inggris. Oh tentu, tidak semangat bagaimana sedangkan saya pun mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Memang saya akui bahwa bahasa inggris saya belum baik, bahkan jauh dari kata baik. Dengan adanya pembelajaran bahasa inggris disini, membuat saya lebih semangat dalam belajar bahasa inggris, karena saya merasa kurang dalam memahami kosa kata bahasa inggris jika dibanding dengan teman-teman saya di kampus. Oleh karena itu, adanya pembelajaran bahasa inggris disini membuat saya lebih terpaju dan bersemangat lagi dalam mempelajari bahasa inggris.

Alasan yang keempat, yaitu kitab kuning. Memang dari dulu saya ingin sekali mempelajari kitab kuning sistem salafy karena jujur dulu selama belajar kitab kuning di pesantren modern berbeda, setidaknya selama disini saya mengetahui bagaimana cara membaca kitab kuning yang baik dan benar sesuai kaidah, walaupun pada awalnya saya merasa kesulitan. Memang tidak jauh beda dengan yang dulu dipelajari, yang membedakan mungkin hanya bahasa terjemahan nya saja. Namun, disini saya bisa lebih mendalami apa yang dulu pernah saya pelajari. Jika dulu mungkin hanya belajar sekilas mungkin sekarang waktunya memperdalam. Jika dulu belum terlalu paham, mungkin sekarang saatnya agar lebih bisa memahami.

Sebenarnya masih banyak yang ingin disampaikan tapi sepertinya terlalu panjang, Insya Allah di lain kesempatan J .

Oh iya buat Mahasiswa/i UIN Bandung, saya rekomendasikan biar bisa masuk  Pondok Pesantren Terpadu Ar-Raaid terutama buat MABA yang masih bingung cari tempat tinggal, lokasinya terjangkau banget dari kampus bahkan bisa dikatakan tetangga kampus. Yuk kita sharing bareng, belajar bareng, ngaji bareng, Insya Allah ke syurga juga bareng, aamiin…

Yuk kita pergunakan masa muda kita dengan hal – hal yang lebih positif dan bermanfa’at lagi,  jangan sia – siakan masa muda kita dengan main – main. Mending kita mondok hehe. Dapet ilmu baru, teman baru, juga pengalaman baru, biar temen yang ngajak ke syurga nya lebih banyak lagi J

 

Peserta Article Competition

Risma Amelia

(Mahasantri PPT – Ar-raaid juga Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Email   rismaamelia37@gmail.com

Blog    Risma Amelia

Instagram risma.amelia_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *