Jangan Mondok, Berat!

Siapa yang tak tau pesantren. Pendidikan non-formal yang sudah ada sejak dulu ini mempunyai visi misi yang sangat berharga bagi kehidupan. Visi misi ini didukung dengan sekumpulan aturan yang harus dipatuhi. Yang sesuai dengan al-Quran dan sunnah.

Jika berbicara tentang fitrah, manusia pada firahnya menyukai hal yang ia senangi, alias menguntungkan bagi dirinya. Namun, jika di dunia pesantren, kemungkinan kamu tidak akan bisa terus senang. Akan ada fase ketika kamu tidak nyaman ketika berada di pesantren. Hal itu karena kamu dijauhkan dari kesenanganmu. Siapa yang berani mengaturmu? Kamu masuk dunia pesantren, berarti kamu masuk ke dalam aturan yang ada didalamnya.

Aturan ada disetiap tempat, termasuk aturan yang dibuat oleh masing-masing individu. Di dunia pesantren memang ada aturan, yang artinya, jika kamu masuk dunia pesantren, berarti kamu menghidupkan aturan didalam aturan, aturan individu yang kamu bangun didalam aturan pesantren. Jika kamu telaah, aturan yang ada di pesantren tidaklah selalu sesuai dengan apa yang kamu inginkan, tidak selalu kamu senangi. Sudah yakinkah kamu masuk dunia pesantren?

Berhadapan dengan keamanan ketika tak taat aturan sudah dikenal dalam ranah akademik. Tak salah jika orang yang tak menyukai aturan akan sama tak menyukainya pada keamanan. Yang pada tugasnya, keamanan adalah senantiasa memantau tegaknya aturan. Aturan yang akan memandu menuju santri yang siap terjun ke dalam masyarakat dengan segala kemampuan yang telah disiapkan sejak dalam pesantren.

Aturan yang ada di pesantren akan senantiasa menjauhkan kesenanganmu terhadap hal-hal yang tidak perlu. Mengarahkan semua santri agar mendapat ridho Ilahi, mendapat surga yang abadi. Melihat tujuan ini, siapa yang tidak akan tergiur dengan dunia pesantren? Lingkungan yang nyaman, teman yang saling mengingatkan pada kebaikan, pengurus pondok yang senantiasa menjadi pendukung. Menjadi keluarga kedua adalah sebutan yang paling cocok bagi dunia pesantrenmu.

Sedikit saran buat kamu

Jangan mondok, berat!

Berat bagi orang-orang yang tidak mau dibimbing menuju kebaikan.

Jangan mondok, berat!

Berat bagi orang-orang yang menjadikan kejenuhan sebagai teman hidupnya.

Jangan mondok, berat!

Berat bagi orang-orang yang ingin hidup sendiri.

Jangan mondok, berat!

Berat bagi orang yang tidak mau mendapat semangat dari teman-temanya.

Jangan mondok, berat!

Biarkan kami saja yang mondok. Seberat apapun aturan pondok, kami punya Allah yang akan menguatkan pundak kami untuk menanggungnya.

 

 

Zaenal Arifin

(Mahasantri Pondok Pesantren Terpadu Ar-Raaid Sekaligus Pengurus Bidang Keamanan & Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jurusan Tafsir Hadist)

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *