BERPERAN SEBAGAI MAHASISWA PLUS MAHASANTRI???

Double peran atau yang di sebut peran ganda, terutama peran untuk memperoleh pendidikan formal yang di iringi dengan pendidikan realigious bukan penghambat mencapai tujuan hidup atau mimpi-mimpi, namun merupakan investasi masa depan  dan langkah awal mempersiapkan diri untuk terjun dalam lingkungan bermasyarakat. Untuk sebagian orang, menjalankan peran  sebagai mahasiswa plus santri bukan lagi sebuah kebetulan ataupun paksaan akan tetapi merupakan kebutuhan dan pilihan.

Adapun opini kontra mengenai hal tersebut, yang mengatakan bahwa ‘menjadi santri hanya menggagu waktu kuliah’, itu hanya sebuang subjektif individu, dan faktanya mahasantri khusunya di Pondok Pesantren Terpadu (PPT) Ar-raaid berhasil berprestasi baik di lingkungan pondok maupun lingkungan perkuliahan, dari bidang akademik maupun non-akademik.

Dari fakta demikian di duga permasalahan dari banyaknya peran atau tugas yang di jalani, bukan tergantung seberapa banyak waktu luang untuk istirahat atau mengerjakan tugas tugas, akan tetapi bagaimaan men-sinkronisasi antara diri dengan lingkungan, baik itu dalam mengontrol diri, time management, dan interaksi antar mahasantri/mahasiswa.

Beberapa hal yang perlu di perhatikan untuk menunjang kedua peran tersebut, diantaranya :

  1. Understanding of goal

Bagaimana diri memahami  tujuan apa yang ingin di raih dan memahami proses seperti apa yang akan menunjang untuk mewujudkannya. Taqorrub illallah, menjadi kunci utamanya, penyakit-penyakit hati seperti iri, dengki,  dusta, bohong, menyakiti perasaan orang dengan beraneka bentuknya, bahkan menyakiti diri sendiri di sebabkan matinya jiwa dan rapuhnya hati. Menata hati agar bersih dari kekotoran dan mengelola pikiran agar jernih, yang menjadi pendidikan karakter utama yang di tekankan oleh pimpinan Pondok Pesantren Terpadu (PPT) Ar-raaid. Dan menjadi bekal untama bagi seluruh santri bukan hanya dalam menjalankan peran sebagai mahasiswa dan mahasantri saja, akan tetapi sebagai modal untuk siap terjun bermasyarakat.

  1. Attitude

Bagaimana diri sendiri bersikap terhadap diri sendiri seperti menumbuhkan motivasi dan mengelola hati fikiran, dan bersikap terhadap orang lain, serta bersikap pada lingkungan. Sebab, dalam menjalani kehidupan pendidikan, bermasyarakat maupun berkarir ,yang di perlukan bukan hanya kemampuan intelektual (IQ), kemampuan spiritual untuk memahami makna kehidupan (SQ), serta kemampuan mengendalikan perasaan diri sendiri dan orang lain (EQ) juga di perlukan.

  1. Time Management

Mengenai pembelajaran mangelola waktu yang di tekankan di Pondok Pesantren Terpadu (PPT) Ar-raaid adalah, dengan memprioritaskan kewajiban selanjutnya perkerjaan yang Sunnah. Menjalani perkuliahan dan pesantren yang di prioritaskan karena merupakan kewajiban, selanjutnya mengenai organisasi, hang out, memuaskan hobby merupakan pekerjaan Sunnah. Dan dikatakan menejemen waktu yang cerdas bukan seberapa banyak memperoleh pengalaman dan perasaan baru, tapi seberapa berkualitaskah hidup dalam proses berjalannya waktu. Salah satu hidup berkualitas adalah seberapa bermanfaat diri untuk orang lain.

  1. Communication

Komunikasi dengan orang lain sangat penting, sebab Allah ciptakan manusia sebagai makhluk yang saling bergantung dan melengkapi sehingga tidak bisa hidup independen. “hade goreng kuparibasa” kalimat tersebut akan terasa fenomenal memasuki lingkungan Pondok Pesantren Terpadu (PPT) Ar-raaid, sebab itu yang menjadi hal utama yang di bina dalam menjalankan komunikasi. Maknanya, dalam hal apapun serta bagaimanapun kondisinya, komunikasi sangat di haruskan mau dalam keadaan baik ataupun tidak baik.

Selain beberapa modal untuk menjalani double peran yang harus semua santri/mahasiawa fahami, memahami manfaat yang dapat di peroleh dari fasilitas akademik yang telah di sediakan  Pondok Pesantren Terpadu (PPT) Ar-raaid juga penting, yaitu :

  1. Pembentukan karakter mahmudah
  2. Pengajian kitab kuning
  3. Penguasaan Bahasa Arabic and English
  4. Tahfidzul quran

Bayangkanlah ! dari sekian fasilitas akademik yang di sediakan Pondok Pesantren Terpadu (PPT) Ar-raaid, jika semua tercapai dengan baik akan membantu diri mewujudkan insan yang berkualitas dalam akademik dan karakter.

Banyak penelitian yang tersebar luas di internet maupun jurnal-jurnal yang menyebutkan belajar kitab kuning dan tahfidz Al- Qur’an berpengaruh dan berkolerasi dengan prestasi akademik. Maka berarti proses pembelajaran kitab kuning dan tahfidzul Quran dapat membantu meningkatkan prestasi akademik dan moral serta spiritual.

Berdasarkan data yang di peroleh dalam ‘World Atlas’ yang di kutip dari ‘Kumparan’, dari sekian ribu Bahasa di seluruh dunia, Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional menduduki peringkat pertama dalam tingkap penggunaan, dan Bahasa arab berada di peringkat ke enam. Sehingga kedua Bahasa tersebut perlu untuk di kuasai. Sebagai umat muslim menguasai Bahasa Arab sangat membantu dalam memahami Al-Qur’an dan As-sunnah.

Seberapa lengkap fasilitas yang di sediakan lembaga, semuanya.. back to our self, adalah kemauan untuk memahami, menguasai dan mengamalkannya atau tidak?. Mungkin tidak asing ungkapan dalam lingkungan mahasiswa mengenai ‘ banyak menghafal banyak lupa, sedikit menghapal sedikit lupa, tidak menghafal tidak lupa’. Ungkapan lucu dan unik tersebut jika di jadikan prinsip, hanya akan menjadikan diri stuck untuk berkembang memperoleh ilmu baru. Dan berdasarkan pengalaman subjektif saya, agar ilmu yang di dapat tidak mudah lupa, selain mencatat yaitu bersyukur minimal dengan ucapan bismilah (silahkan dicoba !!)

 

***SEMOGA BERMANFAAT***

Peserta Article Competition

Desti Astuti

(Mahasantri PPT – Ar-raaid juga Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jurusan Psikologi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *