Pondok Pesantren As-Salafi Ar-Raaid berdiri pada tanggal 5 September 2012 M/ 18 Syawal 1433 H, dan didirikan oleh sosok perempuan tangguh bernama Ibu Nyai Euis Susilawati, S.S., M.Pd.I yang akrab disapa Ibu Nyai St Masropah.
Pendirian pesantren ini bukan semata-mata cita-cita pribadi, melainkan lahir dari semangat dakwah yang tumbuh bersama dukungan penuh dari sang suami tercinta dan orang- orang yang berperan penting didalamnya. Beliaulah yang menjadi penyemangat utama dan partner dalam perjuangan merintis dan mengembangkan Pondok Pesantren As-Salafi Ar-Raaid di Kota Bandung.
Dalam ruang lingkup sosial dan keorganisasian, Ibu Nyai St Masropah aktif berkiprah di berbagai forum Nahdhatul Ulama baik di tingkat kota maupun provinsi: Menjadi Ketua Forum Ibu Nyai Kota Bandung yang merupakan sebuah wadah kolaborasi antar Pengasuh Pondok Pesantren Perempuan untuk meningkatkan peran Pesantren dalam membina masyarakat, pendidikan santri putri, serta penguatan peran Ibu Nyai dalam dakwah Ahlussunnah wal Jamaah.
Kemudian beliau Aktif di FPP (Forum Pondok Pesantren) Kota Bandung sebagai ketua Pemberdayaan Perempuan yang berperan aktif dalam merancang program pemberdayaan perempuan di berbagai sektor pendidikan, ekonomi, dan sosial, khususnya berbasis pesantren dan komunitas Nahdliyin
📡 Tim Media dan Dakwah Fatayat Kota Bandung, yang dimana beliau juga aktif sebagai pengelola konten dakwah dan informasi kegiatan organisasi Fatayat NU serta turut menyuarakan isu-isu keperempuanan dan keumatan melalui media sosial. Serta menjadi Ketua PAC Fatayat Kec Cibiru Kota Bandung.
Kiprah Ibu Nyai St Masropah mencerminkan semangat juang seorang muslimah dalam membina umat, memajukan pendidikan pesantren, serta memberdayakan perempuan agar berdaya secara ruhani, intelektual, dan sosial.
Secara pendidikan formal, beliau menempuh pendidikan dasar di SDN Cukang Batu- Mekarjaya- Cidolog- Sukabumi, pendidikan menengah pertama di MTsN Sagaranten- Sukabumi, pendidikan menengah atas di MAN 1 Cibadak- Sukabumi, studi sarjana (S1) di bidang Studi Bahasa dan Sastra Arab dan melanjutkan pendidikan magister (S2) pada Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa Arab, yang memperkuat dasar keilmuan beliau.
Sementara dari sisi pendidikan non-formal, Ibu Nyai menghabiskan waktu dalam bimbingan para ulama dan kiyai di berbagai pesantren salaf, antara lain:
Didikan langsung dari K.H. Sasmita, seorang alim yang dikenal mendalam dalam ilmu agamanya dan merupakan murid dari Syiakh Abuya Dimyati Banten.
Pondok Pesantren Al-Jamiliyah dibawah pimpinan Pangersa Syaikhuna K.H. Miftahul Ulum dan juga Pondok Pesantren As-Salafiyah Nurul Hikmah dibawah pimpinan Pangersa Syaikhuna K.H. Mama Fariduddin Sholeh, dan dibimbing oleh Pimpinan Pondok Pesantren Daarul A’dzom Pangersa Syaikhuna K.H. Ahmad Zarqoni Hamami dan istrinya Pangersa Syaikhuna Teteh Hj. Salma Alfaridzi dan juga pimpinan Pondok Pesantren Al-Auliya Pangersa Syaikhuna K.H. Amay Al-Faruq yang merupakan tempat dimana beliau memperluas wawasan keilmuan dalam berbagai fan ilmu keagamaan.
Gabungan antara pendidikan formal dan penggemblengan pesantren tersebut menjadikan Ibu Nyai Euis Susilawati sosok yang matang secara intelektual dan spiritual dalam membina generasi santri.