PESANTREN TERDEKAT DARI KAMPUS UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Bila mendengar kata pesantren,maka terbesit dipikiran saya yaitu dunia dimana penuh dengan kemandirian, sehari-hari belajar mengenai keagamaan sampai waktu istirahat terkuras habis yang berbeda dengan di rumah sendiri, dunia yang jauh dari pantauan kedua orang tua, jauh dari kasih sayang keduannya. Justru yang awalna berfikir waktu istirahat itu terkuras habis, setelah berada di pesantren itu semua salah besar karena yang demikian tergantung bagaimana kita memaknai realita kehidupan di pesantren dan kesibuakan tersebut bukan sebagai beban akan tetapi sebagai kewajiban yang akan mendatangkan kebahagian dimasa yang akan datang buat diri sendiri dan kedua orang tua bakan masyarakat banyak. Kemudian juga kasih sayang keduanya sangat terasa jika ketika berada di pesantren.

Kebanyakan orang beranggapan pesantren itu hanya untuk kalangan SLTA kebawah, akan tetapi pada saat sekarang ini pesantren sudah melebarkan sayap ke kalangan mahasiswa. Para mahasiswa lulusan pesantren yang melanjutkan ke perguruan tinggi biasanya berniat untuk kuliah sambil mondok, karena menurut mereka dunia pesantren adalah dunia yang mengajarkan kemandirian yang berasaskan akhlaqul karimah dan mencegah dari hal-hal berbau negative dari luar. Mahasiswa yang kuliah sambil nge kost biasanya sangat besar sekali terkena dampak negative dari lingkungan eksternalnya, karena tidak adanya seorang yang menjaga, mengawasi dan mengarahkan dalam bergaul sehari-harinya. Jadi disini diperlukan peran seorang atau lembaga yang dapat mengarahkan pergaulan kearah yang positif yaitu dengan mondok, karena dengan mondok dalam pergaulan akan ada yang mengarahkan, jika kita salah sedikit dalam pergaulan pasti ada yang menasihati baik itu teman sepondok atau pun langsung dari pimpinan pondok.

Bila terbesit dalam pikiran ingin kuliah sambil mondok itu adalah keputusan yang baik dan termasuk orang-orang pilihan, karena dengan kuliah sambil mondok berarti dengan kesibukannya menjadi seorang mahasiswa ia masih bisa membagi waktu dengan kegiatan yang ada di pondok, itu berarti mempunyai jiwa kepemimpinan dengan bisanya memanaje waktu.

Jadi apabila akan melanjutkan studynya di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan berniat sambil mondok, maka sangat brilian keputusannya jika mondok di Pesantren Terpadu Ar-Raaid, terus ada yang bertanya emangnya kenapa? Karena Pesantren Ar-Raaid adalah pesantren yang letaknya sangat strategis dengan kampus UIN Bandung. Tidak usah pake motor apalagi mobil bahkan helicopter, cukup dengan jalan kaki juga kurang lebih 5 menit sudah bisa sampai. Pondok Pesantren Terpadu Ar-Raaid juga merupakan pesantren yang menargetkan alumni-alumninya mahir dalam bidang hafalan Al-Qur’an, Bidang Kitab kuning dan Bidang Bahasa yaitu Bahasa inggris dan arab, karena yang demikian termasuk program yang ada di Pondok Pesantren Terpadu Ar-Raaid. Kemudian dengan adanya program hafalan Al-Qur’an, kitab dan bahasa itu juga diadakannya mengikuti kebutuhan yang ada di UIN Bandung. Maksudnya di UIN Bandung itu syarat untuk kelulusan diantaranya adalah harus hafal sebagian juz dalalm Al-Qur’an dan harus bisa Bahasa arab dan inggris, karena nanti diakhir perkuliahan yaitu semester 8 dua hal tadi akan di tes untuk syarat kelulusan. Jadi intinya di Pondok Pesantren Terpadu Ar-Raid itu menyiapkan santrinya sekaligus mahasiswa dan mahasiswi UIN Bandung untuk bisa menyelesaikan persyaratan kelulusan dengan baik dan mudah dengan terus di didik dari semester awal, agar pada waktunya tidak kaget dan kemampuannya baik, berbeda dengan yang belajarnya dadakan atau yang sering disebut SKS (Sistem Kebut Semalam). Akan tetapi bukan untuk itu saja, di harapkan juga apabila sudah terjun di masyarakat bisa manfaat apa saja yang sudah di ajarkan di Pondok Pesantren Terpadu Ar-Raid tercinta ini.

Mungkin hanya itu saja yang dapat saya sampaikan. Untuk adik-adik semua yang akan meneruskan studynya di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan berniat sambil mondok saya tunggu kedatangannya di Pondok tercinta ini.

 

Peserta Article Competition

Hasbi Ash-Shidiqi

(Mahasantri Pondok Pesantren Terpadu Ar-Raaid & Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jurusan Manajemen)

18 Comments

  1. Tambahan, untuk EYD perhatikan kembali misalkan : Tidak usah = Tidak perlu. Helicopter = helikopter. Dll

  2. I Like your article, and I agree with you, about ” segala sesuatu tergantung bagaimana kita memaknai kehidupan kita ” 👍👍

  3. Assalamu’alaikum.mohon maaf jika kuliah sambil mondok di arraaid untuk biaya mondoknya berapa ya??

    • Waalaikumussalam kak, untuk Biaya Asrama Per Tahunnya Rp. 3.850.000,-. Untuk Biaya SPP 275.000,- per Bulan (Bonus Nasi 3x Sehari) 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *